NOMAD (the warrior), film yang baru-baru ini saya download secara tak sengaja dari indowebster, ternyata bukan film biasa. Bertemakan sejarah, dan kata-kata bijak yang sarat pelajaran. Setting pada film ini kebanyakan di daerah-daerah stepa dan tanah kering berpasir, seperti halnya tempat-tempat di daerah asal film ini; Kazakhstan.Pertama kali saya baca judulnya, yaitu “nomad” saya pikir maknanya adalah berpindah, seperti halnya bangsa nomaden yang sering diartikan sebagai bangsa yang suka berpindah-pindah tempat hidupnya. Ternyata “nomad” yang dimaksud di sini adalah berarti “pahlawan” (bahasa Kazakh).
Film ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang pemimpin, pembebas, dan pemersatu banyak kaum di wilayah Kazakhstan (dan sekitarnya) pada abad ke 18. Dialah Mansur yang kemudian hari dikenal sebagai Ablai Khan. Di masa ia belum terlahir, orang-orang dari berbagai suku (seperti Agai, Ermek, Tursyn, Kuntu, Erme, Alighe, Uzbek, dan suku itu Kazakh sendiri) yang tengah dijajah oleh kaum Jungar.
Kisah ini diawali dengan penangkapan Oraz, orang bijak dari bangsa Kazakh oleh kaum Jungar atas perintah Sultan Galdan Ceren, pemimpin orang Jungar. Oraz yang dipercaya banyak orang memiliki kehebatan dalam banyak hal, diperintahkan oleh sultan Jungar tersebut untuk memilihkan kuda terbaik untuk digunakannya. Dengan sekali tunjuk, Oraz telah membuktikan kehebatannya dalam memilih kuda yang diinginkan sultan tersebut. Maka ketika sultan merasa khawatir jikalau suatu waktu kekuasaannya tumbang, ia pun bertanya tentang orang yang akan menggantikannya. Oraz meramalkan bahwa akan ada seorang ksatria dari bangsanya (Kazakh) yang akan memimpin kaum-kaum lainnya di wilayah Kazakhia (Kazakhstan) untuk melawan bangsa Jungar yang saat ini masih menjajah mereka.
Beberapa waktu kemudian, Oraz yang telah dilepaskan oleh kaum Jungar tersebut melihat rombongan istri sultan Wali yang sedang ada dalam perjalanan. Di dalam karavan istri sultan Wali tersebut terdapat seorang bayi laki-laki yang Oraz yakini bahwa bayi tersebutlah yang diramalkan sebagai ksatria pembebas kaumnya.
Tetapi secara tiba-tiba kaum Jungar dari berbagai arah menyerang rombongan istri sultan Wali tersebut, dan hendak mencari dan membunuh bayi anak sultan Wali. Beruntung Oraz telah lebih dahulu menyelamatkan nyawa bayi itu. Atas izin sultan Wali, Oraz pun membesarkan anak yang ia beri nama Mansur itu serta melatihnya menjadi seorang pejuang hebat seperti anak-anak dari suku-suku lainnya untuk dijadikannya pejuang negerinya.
Sejak kecil Mansur memiliki sahabat dekat bernama Erali. Hingga ketika mereka telah dewasa dan telah siap berjuang untuk mempertahankan negerinya, di mana kaum Jungar kembali menyerang wilayah Kazakh, maka Oraz mengusulkan pertarungan satu lawan satu. Di pihak Jungar, panglima Sharish yang maju, sedangkan dari pihak Kazakh, Erali bersedia maju. Tetapi Oraz menahannya, dan menyuruh Mansur yang maju, sebab Sharishlah yang telah membunuh ibunya, sehingga ia lebih berhak untuk bertarung dengan Sharish.
Dalam pertarungan satu lawan satu tersebut Mansur unggul dan berhasil menebas kepala Sharish. Setelah kemenangannya itu, maka tahulah sultan Wali bahwa Mansur adalah anaknya, sehingga Mansur diangkat sebagai penerusnya dan ia pun kini tinggal di istana bersama ayah kandungnya. Meski begitu, Gahar, gadis yang ia cintai ternyata diculik oleh pasukan Jungar. Erali yang sama-sama menyukai gadis tersebut pergi ke tempat kaum Jungar dengan maksud menyelamatkannya. Tetapi yang ada malah is sendiri pun tertangkap dan ditawan oleh kaum Jungar. Sehari-harinya, Erali dipaksa bertarung dengan tahanan lainnya.
Mansur yang ketika itu sedang mengadakan perjalanan ke suatu tempat seorang diri pun berhasiil diculik oleh kaum Jungar. Ia dijadikan tahanan dan paksa bertarung dengan tahanan yang lainnya. Dalam suatu pertarungan ia dihadapkan dengan seorang petarung yang tangguh, dan hampir-hampir saja ia dikalahkannya. Tetapi akhirnya ia dapat memenangkan pertarungan tersebut. Betapa kagetnya ia ketika melihat wajah dibalik penutup muka orang yang baru saja ia bunuh dalam pertarungan itu, ternyata sahabatnya sendiri, Erali!
Dalam suatu kesempatan, Mansur dan Gahar berhasil lolos dari cengkraman Sultan Galdan, pemimpin kaum Jungar tersebut. Maka, dengan murkanya Sultan Galdan melakukan serangan besar-besaran ke Kazakh. Perang hebat selama 100 hari 100 malam tak dapat dihindarkan. Meski dalam persenjataan, kaum Jungar lebih unggul karena mereka memiliki senjata meriam yang pada waktu orang Kazakh belum memilikinya, tetapi karena semangat juang yang tinggi, strategi yang jitu, ditambah lagi karena kaum lainnya ikut serta membantu Kazakh, maka kalahlah kaum Jungar tersebut. Kini merekalah yang terusir dari tanah Kazakh setelah sekian lamanya menjajah.
Maka nyatalah ramalan Oraz, orang bijak dari Kazakh itu. Kini berbagai bangsa di kawasan Kazakhia dapat dibebaskan dari penjajahan kaum Jungar, serta dapat dipersatukan oleh seorang pemimpin dari bangsa Kazakh, bernama Mansur, yang mana setelah kemenangannya dalam kali pertama pertempurannya telah dikenal dengan nama Ablai Khan. (ahdoy)
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: Film, Iseng-iseng, Islam, Kisah, LAIN-LAIN, Sejarah | Leave a Comment »




